Kurma Ajwa, Oleh-oleh Paling Dinanti dari Tanah Suci

Sepulang beribadah dari Tanah Suci, belum lengkap rasanya tanpa membawa oleh-oleh kurma. Karena itulah, saat berada di Arab Saudi, kurma kerap menjadi buruan jemaah untuk dijadikan buah tangan, salah satunya kurma ajwa, yang menempati daftar permintaan tertinggi.

Kurma ajwa atau kurma nabi cenderung lebih bulat dibanding jenis kurma yang lain, berwarna gelap, berdaging tebal, memiliki tekstur halus dan lembut saat digigit serta memiliki banyak khasiat yang baik bagi kesehatan hingga dapat menangkal racun dan sihir. Bukan hanya itu, anjuran mengonsumsi kurma ajwa pun tertuang dalam hadis, “Barangsiapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menurut sejarahnya, kurma ajwa pertama kali ditanam oleh Rasulullah SAW di sebidang tanah yang bersebelahan dengan Masjid Quba, Madinah. Sejak itulah kurma ajwa disebut dengan ‘Kurma Nabi’.

Nama kurma ajwa sendiri berasal dari nama anak Salman Alfarisi, seorang Nasrani yang masuk Islam dan mewakafkan lahan kurmanya demi perjuangan Islam. Untuk mengenang jasa-jasa Salman Alfarisi, Rasulullah SAW menamai kurma yang dimakannya setiap berbuka puasa dengan ‘Kurma Ajwa’.

Seperti yang disebut di atas, kurma ajwa memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Ia mengandung vitamin A, kalsium, zat besi, dan nutrisi lain yang baik bagi tubuh sehingga Rasulullah tak pernah lupa berbuka puasa dengan memakan kurma.

Selain manfaat tersebut, ternyata kurma ajwa memiliki manfaat lain yang tak kalah baiknya. Rasulullah pun menganjurkan para istri dan ibu hamil untuk makan buah kurma agar bayi yang dilahirkan kelak menjadi anak yang penyabar, berbudi pekerti, serta cerdas otaknya. Bahkan, makanan Siti Maryam saat mengandung Nabi Isa pun adalah buah kurma.

Ilmu kedokteran menyebutkan, zat besi dan kalsium yang terkandung di dalamnya sangat baik untuk menambah air susu ibu. Selain itu, kurma ajwa juga membantu pertumbuhan sumsum tulang anak-anak agar berkembang dengan baik. Saat mengonsumsi kurma ajwa, disarankan memakan dalam bilangan ganjil, yakni bisa 3 butir, 5 butir, 7 butir, 9 butir, dan seterusnya—diawali dengan membaca doa.

Nah, sepanjang datangnya musim haji seperti sekarang, tentu jumlah permintaan kurma ajwa semakin meningkat. Anda tak perlu repot membawanya dari Arab Saudi. Hemat tenaga Anda untuk berbelanja kurma ajwa dengan kualitas dan harga terbaik hanya di “Bursa Sajadah – Pusat Perlengkapan & Oleh-oleh Haji Umrah” yang memiliki 10 cabang di 8 kota besar di Indonesia. Dengan konsep one stop shopping, Bursa Sajadah mampu menyediakan apa pun kebutuhan dan oleh-oleh khas Timur Tengah agar ibadah haji Anda lebih khusyuk di Tanah Suci.

Layanan Bursa Sajadah pun tersedia dalam bentuk online store dengan mengakses www.bursasajadah.com serta aplikasi yang dapat diunduh bagi pengguna Android dan iOs. Customer service Bursa Sajadah akan melayani Anda dengan sepenuh hati dengan beragam koleksi yang cocok dijadikan buah tangan bagi sanak keluarga yang menanti di Tanah Air.

Leave a Comment