Asal Usul Kurma

Buah kurma, buah yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Yups, buah yang menjadi salah satu buah favorit Nabi ini identik dengan bulan Ramadhan maupun oleh-oleh Haji Umrah. Rasanya yang manis, serta memiliki segudang manfaat untuk tubuh maupun kecantikan maka tak heran jika buah ini selalu laris manis oleh para pembeli.

Namun, pernah terpikir ngga sih darimana asal usul kurma? Nah, buat yang penasaran simak artikelnya di bawah ini ya!

Asal Usul Kurma

Sampai saat ini, asal usul buah kurma masih menjadi perselisihan di kalangan para ahli.  Berikut penjelasannya.

Menurut Erdowardo Bakari, pakar tumbuhan palem asal Italia yang dikutip oleh Dr. Ahmad Syauki Ibrahim, dalam bukunya Mausu’ah Al I’jaz Al-Ilmi Fil Hadits An-Nabawi dijelaskan, bahwa ada beberapa jenis kurma yang nggak tumbuh dengan baik, kecuali di daerah subtropis yang memiliki curah hujan sangat jarang dan akar-akar pohon jenis tersebut membutuhkan air yang cukup, sehingga ia berjuang melawan kadar air asin.

Menurut Dr. Ahmad Syauki Ibrahim, penjelasan Erdowardo tadi menunjukkan bahwa asal mula pohon kurma dari daerah teluk Arab karena karakteristik daerah yang disebutkan hanya terletak di daerah sepanjang pesisir teluk Arab dan selatan India yang beriklim serupa adalah lembah antara Sungai Tigris dan Lembah Sungai Nil.

Pohon buah kurma umumnya memiliki tinggi sekitar 23 meter, batangnya bulat ada yang tunggal dan berumpun, mahkotanya cantik dengan rentangan berukuran 6 meter, daun menyirip panjang sekitar 5 meter. Ada lebih dari 1000 tanggal buah dapat tumbuh dalam satu tandan.

Buah kurma merupakan buah yang penuh dengan berkah. Bahkan buah ini sering disebut di dalam beberapa ayat Al-Quran.  Salah satunya dalam Surah Maryam Ayat 25-26.

Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon ituakan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang-senang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.”

Leave a Comment