17 Kloter Jemaah Haji Bakal Nikmati Fasilitas Baru Layanan Kepulangan

Pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan inovasi layanan bagi jemaah haji. Sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Surabaya rencananya diberikan fasilitas kemudahan dalam proses kepulangan di Bandara Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat menjelaskan, Arab Saudi kembali menerapkan inovasi layanan bagi jamaah haji, yakni terkait kepulangan di bandara.

Inovasi yang masih dalam uji coba ini hanya diberikan kepada jemaah haji dari 3 negara, yakni Indonesia, India dan Malaysia.

Fasilitas tersebut bernama Iyab yang berlaku di Bandara King Abdulaziz, Jeddah maupun Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Iyab merupakan inovasi layanan percepatan masa tunggu dan pemeriksaan imigrasi saat kepulangan jamaah haji dari Arab Saudi atau bandara menuju negaranya masing-masing.

“Mereka menganggap ketiga negara ini punya pengaturan jemaah haji yang sangat baik,” ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat di Jeddah, Senin (5/8/2018).

Untuk mendukung layanan ini, Arab Saudi menyiapkan satu lokasi yang bisa menampung sekitar 750-800 atau sekira 2 kloter jamaah haji. Jamaah harus hadir di bandara 5 jam sebelum terbang.

Dengan layanan ini, jamaah cukup melalui pemeriksaan sidik jari oleh petugas bandara.

“Salah satu inovasi kaitan dengan bagaimana supaya masa tunggu jemaah yang dulu itu 6 sampai 7 jam. Kemudian proses antrean di imigrasi sangat panjang sekarang gimana supaya proses itu bisa dipercepat,” Arsyad menambahkan.

“Untuk penerbangan pertama 17 Agustus sudah bisa uji cobakan. Per hari kata mereka satu kloter bisa diujicobakan diinovasi Iyab ini,” tuturnya.

Selain soal jemaah, Iyab juga memfasilitasi pengiriman bagasi barang. Bawaan jemaah akan diangkut langsung dari pemondokan ke bandara hingga ke Tanah Air.

Khusus di Bandara King Abdulaziz, jamaah akan diberangkatkan melalui Terminal Selatan (Saudian Airport), bukan terminal haji seperti biasanya. Menurut dia, ada peluang fasilitas ini akan permanen berlaku hingga tahun berikutnya.

Referensi: haji.okezone.com

Leave a Comment